Keributan kemudian meningkat menjadi dugaan aksi kekerasan. Penjaga warung dan suaminya disebut menghadapi upaya pemukulan di tengah ketegangan yang terus membesar.

Situasi bertambah genting setelah pelanggan tersebut dikabarkan menghubungi sejumlah rekannya yang disebut berasal dari satuan atau “batalyon”. Tak lama berselang, sekitar 15 orang mendatangi lokasi kejadian.

Kehadiran mereka diduga disertai tekanan dan ancaman, bahkan nyaris berujung pada pengeroyokan terhadap suami penjaga warung.

Dalam kekacauan itu, sejumlah barang dagangan dilaporkan rusak akibat terinjak oleh rombongan yang datang. Korban juga disebut sempat dibawa pergi oleh kelompok tersebut, sehingga menimbulkan keresahan warga sekitar terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan.