Dalam sesi tersebut, keduanya melantunkan ayat suci, sementara para hadirin diajak berpartisipasi dengan menebak nama surat beserta jumlah ayatnya.

Prof AQ kembali menegaskan, bahwa seluruh peserta yang hadir sejatinya merupakan bagian penting dari terselenggaranya acara tersebut.

Interaksi yang terjadi tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga sarat nilai edukatif dan religius.

Hal ini mencerminkan bahwa kegiatan halalbihalal tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keislaman.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa tradisi halalbihalal memiliki makna lebih luas, yakni sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan rasa bangga, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan yang dapat diwariskan antar generasi.***