SUMENEP, MaduraPost - Konflik bersenjata yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat melawan Iran di kawasan Timur Tengah hingga kini masih berlangsung intens.

Situasi perang tersebut belum menunjukkan tanda-tanda mereda maupun mengarah pada kesepakatan gencatan senjata dalam waktu dekat.

Memanasnya konflik di kawasan strategis tersebut diperkirakan membawa konsekuensi besar terhadap perekonomian global, khususnya sektor energi.

Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan adalah melonjaknya harga minyak mentah dunia. Kekhawatiran ini semakin besar setelah Selat Hormuz jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia dilaporkan ditutup, sehingga kapal-kapal tanker pengangkut minyak tidak dapat melintas di kawasan tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, menilai kondisi tersebut berpotensi menyebabkan lonjakan harga minyak secara signifikan di pasar internasional. Menurutnya, hampir sepertiga pasokan minyak dunia berasal dari kawasan Teluk Persia.