Beragam menu berbuka tersaji, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner modern yang digemari generasi muda. Minuman segar, camilan ringan, serta hidangan khas daerah memenuhi kawasan bazar setiap sore.
Menjelang azan magrib, area depan Labang Mesem Keraton dipadati pengunjung dari berbagai wilayah.
Keramaian tersebut menciptakan transaksi ekonomi yang cukup signifikan setiap hari. Bagi pedagang kecil, momen ini menjadi kesempatan menambah pendapatan sekaligus memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pasar yang lebih luas.
Pihaknya berharap kegiatan serupa terus digelar dengan konsep yang semakin inovatif. Festival ini dinilai tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial masyarakat Sumenep.
Ramadan dijadikan titik temu antara penguatan nilai spiritual dan semangat gotong royong.