“Himbauan senam sehat itu dilakukan setiap hari sesuai arahan kementerian. Namun, teknis kegiatan pembelajaran sepenuhnya kami serahkan kepada pihak sekolah. Kami di Bidang SMP memberikan pembinaan sebagai pelengkap untuk memastikan fokus tetap pada kurikulum dan kebutuhan siswa,” tambahnya.
Fajar menekankan, pembelajaran yang tidak kaku menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana kelas yang inklusif dan menggembirakan.
Menurutnya, kebijakan kementerian saat ini berfokus pada upaya membangun pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.
“Kementerian fokus pada pembelajaran yang menyenangkan. Jika proses dan teknis pembelajarannya dibuat senyaman mungkin, hal itu akan berdampak positif pada kondisi psikologis siswa. Mental block akan terbuka, sehingga siswa menjadi lebih reseptif terhadap apa yang diajarkan oleh guru,” jelasnya.