Tak hanya menyediakan makanan, rumah sakit juga menjalankan program visit gizi. Dalam kunjungan tersebut, petugas gizi berinteraksi langsung dengan pasien maupun keluarga guna mengetahui preferensi makanan, yang selanjutnya diselaraskan dengan perhitungan kebutuhan kalori yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan, apabila dokter penanggung jawab pasien merekomendasikan pola diet tertentu, misalnya diet diabetes atau diet penyakit khusus lainnya—maka ahli gizi akan menyesuaikan asupan nutrisi berdasarkan berat badan serta kondisi klinis pasien.
“Seluruh proses pemberian gizi dilakukan sesuai standar pelayanan gizi rumah sakit dan mengacu pada kondisi patologis masing-masing pasien,” tegasnya.
sumenep" class="inline-tag-link">RSUDMA Sumenep juga menekankan bahwa sistem pelayanan gizi di rumah sakit berbeda dengan program gizi di luar layanan medis, seperti penanganan balita kurang gizi atau program penurunan berat badan bagi penderita obesitas.