Tema ini kemudian dijabarkan ke dalam sejumlah prioritas, mulai dari peningkatan mutu dan pemerataan layanan pendidikan serta kesehatan, penguatan sektor unggulan daerah, pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah, perbaikan tata kelola pemerintahan, hingga penguatan kohesi sosial masyarakat.
Sementara itu, Kepala Sumenep" class="inline-tag-link">Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, dalam laporan pembukaannya menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan fondasi awal dalam menyusun RKPD 2027 agar selaras dengan visi pembangunan daerah, yakni “Sumenep Unggul, Mandiri, dan Sejahtera.”
Menurut Arif, perencanaan pembangunan tidak hanya berkutat pada penyusunan dokumen, tetapi merupakan proses kolektif untuk menjembatani kondisi riil di lapangan dengan arah pembangunan yang ingin dicapai.
“Bappeda berfungsi sebagai teknokrat pembangunan yang memastikan perencanaan berjalan berkelanjutan, berbasis data, indikator kinerja, serta proyeksi yang terukur,” kata Arif.
Ia menjelaskan, seluruh masukan dan rekomendasi yang disampaikan dalam forum akan dirangkum dalam Berita Acara Kesepakatan dan digunakan sebagai bahan penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Sumenep Tahun 2027 sebelum masuk ke tahapan perencanaan berikutnya.