Kondisi itu membuat Zakki merasa kecewa, jengkel, sekaligus marah. Ia menilai sikap Abdurrahman yang memilih bungkam sebagai bentuk ketidakbertanggungjawaban terhadap pekerja di lapangan.

Sebelumnya, Kepala SDN Brakas V, Aliyurrida atau akrab disapa Rida, juga telah mendatangi Zakki di kediamannya di Desa Ketupat, Pulau Ra’as, untuk mengonfirmasi persoalan tersebut.

Dari hasil klarifikasi itu, Rida mengakui bahwa persoalan proyek sepenuhnya bersumber dari pihak CV Andi Karya.

Rida menyebut, sisa pekerjaan rehabilitasi sekolah sempat ditanggung oleh pihak sekolah. Namun, berbeda dengan Zakki, tanggungan yang berkaitan dengan pihak sekolah telah dilunasi oleh Abdurrahman.

“Saat ini yang ditanggung kepala sekolah sudah dilunasi. Yang disubkan itu hanya memberi ongkos membersihkan limbah proyek,” ujar Rida.