Ia menegaskan, setiap perangkat daerah tidak boleh hanya menitikberatkan pada besarnya penyerapan anggaran. Lebih dari itu, seluruh program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Jangan sekadar fokus menghabiskan anggaran. Program yang dijalankan harus benar-benar menyelesaikan kebutuhan masyarakat dan memberi manfaat yang bisa dirasakan,” tuturnya.
Wabup Imam juga menekankan pentingnya indikator kinerja dalam setiap program. Menurut dia, pimpinan perangkat daerah bersama seluruh ASN wajib memiliki target yang terukur dan hasil yang jelas sejak tahap perencanaan.
“Setiap program kerja harus dilengkapi indikator yang jelas, sasaran yang terukur, serta output dan outcome yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.