“Setiap kepala sekolah menerima langsung seragam di lokasi distribusi, kemudian dilakukan penghitungan bersama sesuai jumlah siswa yang sebelumnya diajukan,” kata Ardiansyah pada Selasa (6/1/2026) kemarin.

Ia menargetkan seluruh proses penyaluran seragam rampung sebelum akhir Januari 2026. Namun, keterbatasan sumber daya menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

“Petugas yang menangani distribusi hanya dua orang. Meski demikian, kami berharap seluruh seragam bisa tersalurkan tepat waktu sesuai rencana,” ucapnya.

Ardi juga mengungkapkan, bahwa dana yang digunakan untuk pengadaan seragam tidak menyerap seluruh pagu anggaran Rp3,5 miliar. Realisasi belanja hanya mencapai Rp3,4 miliar, sesuai kebutuhan riil.

“Untuk siswa SD sebanyak 9.591 anak, anggarannya sekitar Rp1,9 miliar. Sedangkan siswa MI berjumlah 7.361 anak dengan nilai pengadaan Rp1,5 miliar. Sisanya Rp100 juta tetap menjadi Silpa di kas daerah. Kami membelanjakan anggaran sesuai kebutuhan, termasuk biaya pengiriman ke tiap kecamatan,” pungkasnya.***