Dan di antara riuhnya, kamu menggenggam tanganku sebentar, membuatku sadar bahwa kebahagiaan kadang sesederhana berada di tempat yang sama, pada waktu yang sama, bersama orang-orang yang kita cinta.
Sore itu, kita menghabiskan waktu di dalam kamar hotel. Suara tawa anak-anak memecah udara, ingin berlomba, ingin menyelam, ingin menunjukkan setiap “skill baru” yang selalu membuat kita berdua saling pandang sambil tertawa.
Malamnya, kita makan di restoran hotel. Lampu-lampu kuning membuat suasana hangat, dan anak-anak sibuk memilih menu seakan sedang menghadiri gala dinner.
Di antara piring yang mulai kosong dan cerita-cerita kecil yang mereka bagi, aku dan kamu sempat saling diam, bukan karena tak ada kata, tapi karena penuh.