Ia juga menyoroti masalah klasik berupa perekrutan atlet Sumenep oleh daerah lain menjelang Porprov, dan menegaskan perlunya aturan jelas untuk melindungi talenta lokal.

“Pembinaan dari bawah akan percuma jika pada akhirnya atlet kita dikontrak daerah lain. Harus ada ketegasan hitam di atas putih agar hal ini tidak terulang,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Wabup Imam menyebut tiga fokus utama pembenahan olahraga menuju Porprov 2027:

1. Pembinaan atlet berbasis data dan potensi lokal, mulai dari sekolah, kecamatan, hingga komunitas.

2. Perbaikan dan penyediaan infrastruktur olahraga, termasuk stadion, lapangan, dan ruang publik agar layak digunakan secara berkelanjutan.