Dalam forum tersebut, awak media turut diberikan akses terhadap dokumen teknis dan data visual terkait pelaksanaan survei, termasuk peta jalur seismik serta metode pencitraan bawah laut yang digunakan.

Arief Hermawan, Pjs Kepala Departemen Program dan Komunikasi SKK Migas, menuturkan bahwa kegiatan survei seismik bukan semata urusan industri migas, melainkan bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah dan membuka peluang kerja bagi masyarakat pesisir.

“Edukasi publik menjadi kunci utama. Media punya peran strategis untuk menyalurkan informasi berbasis fakta, bukan asumsi. Kami terbuka terhadap kritik selama itu membangun,” tegas Arief.

Dengan pemahaman yang utuh dari berbagai pihak, SKK Migas berharap tidak ada lagi tudingan sepihak terhadap kegiatan yang sejatinya memberi manfaat bagi pembangunan energi nasional.***