“Tema tahun ini, Ngopene Soengenep, bukan hanya slogan. Ini seruan agar kita semua menjaga bahasa, kesenian, dan kebiasaan masyarakat Sumenep supaya tidak terkikis zaman,” kata Wabup Imam, Jumat (31/10).
Ia menambahkan, pelestarian budaya bukan sekadar upaya mempertahankan romantisme masa lalu, melainkan menjadi sumber inovasi dan ekonomi kreatif yang berdaya saing.
“Pemerintah berkomitmen menautkan tradisi lokal dengan sektor pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif agar tumbuh dari akar kearifan yang kita miliki,” lanjutnya.
Prosesi upacara dimulai dengan pengibaran bendera merah putih, diikuti pembacaan teks Pancasila serta UUD 1945.