Nurullah menjelaskan, keputusan tetap berlayar diambil karena tingginya permintaan masyarakat. Saat itu tidak ada kapal lain yang melayani rute Kalianget–Kangean, sementara banyak warga yang harus berangkat untuk berbagai keperluan, termasuk ibadah umrah.
“Daripada masyarakat tertahan di pelabuhan, kami tetap berlayar dengan segala keterbatasan,” ujarnya.
Ia memastikan perbaikan mesin telah selesai dilakukan dan layanan pelayaran kini kembali berjalan normal.
“Mulai Sabtu kemarin kapal sudah berhenti sementara untuk perbaikan, dan sekarang sudah digantikan dengan kapal lain dari Kangean. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.***