Menurut Mustangin, pendampingan sosial yang dilakukan Dinsos P3A tidak sebatas penyediaan fasilitas, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan, perhatian, dan motivasi agar mereka tetap bersekolah.
Hal ini penting mengingat angka putus sekolah di sejumlah kecamatan Sumenep masih tinggi.
“Pemkab Sumenep mendorong Sekolah Rakyat untuk terus berkembang, bukan hanya sebagai sarana belajar, tetapi juga rumah kedua yang menghidupkan semangat dan harapan anak-anak kurang mampu,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut positif peran Dinsos P3A dalam program ini.