“Kalau Pancasila hanya dibicarakan setiap 1 Oktober, itu tidak cukup. Nilai ini harus tercermin dalam keputusan pejabat, kebijakan pemerintah, dan perilaku warga sehari-hari. Masyarakat harus merasakan keberadaannya melalui aksi konkret,” tegasnya.

Dia menambahkan, tantangan terbesar hari ini datang dari dalam negeri, berupa apatisme, ketidakpedulian, serta perpecahan yang tersebar lewat platform digital.

Karena itu, kesaktian Pancasila perlu dibuktikan melalui kerja sama antarwarga, toleransi di lingkungan lokal, partisipasi dalam pembangunan, dan penguatan lembaga sosial demokratis.

“Kita wajib terus menumbuhkan nasionalisme sebagai perekat persatuan bangsa dan mewariskannya kepada generasi penerus,” imbuh Dzul.