“Capaian sementara paling tinggi ada di wilayah kerja Puskesmas Giligenting dengan persentase 96,7 persen. Sedangkan yang paling rendah masih di Puskesmas Dungkek yang baru 37,7 persen,” terang Ellya, Kamis (25/9).

Ia menegaskan, keberhasilan imunisasi bukan semata-mata hasil kerja petugas medis, melainkan juga memerlukan dukungan dari semua lini.

“Peran camat, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat sangat penting. Kunci suksesnya ada pada koordinasi lintas sektor dan penyampaian informasi yang tepat kepada warga,” jelasnya.

Dinkes P2KB Sumenep sendiri sudah menyiapkan sejumlah strategi penunjang, mulai dari memastikan ketersediaan vaksin dan logistik kesehatan, menyiapkan fasilitas pelayanan dengan ruang isolasi khusus pasien campak, hingga memberikan edukasi kepada orang tua terkait pentingnya imunisasi.