“Menabung bukan tentang jumlah besar, tetapi soal kebiasaan yang konsisten. Kalau sejak kecil sudah dibiasakan, maka masa depan akan lebih terjamin,” tutur Ida dengan bahasa yang mudah dipahami para siswa, Sabtu (13/9).

Para peserta tidak hanya mendengar penjelasan teori, tetapi juga diajak berdiskusi interaktif mengenai cara sederhana mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga menyusun rencana pengeluaran.

Ketua Sumenep" class="inline-tag-link">JMSI Sumenep, Supanji menambahkan, bahwa keterlibatan perbankan daerah seperti BPRS Bhakti Sumekar sangat penting untuk membentuk pola pikir generasi muda.

“Anak-anak hari ini sudah akrab dengan belanja online, e-wallet, bahkan investasi. Tetapi tanpa literasi yang benar, semua itu bisa jadi jebakan konsumtif. Maka kehadiran BPRS dalam memberi pemahaman ini sangat strategis,” ujarnya.