Langkah ini dipandang mampu mempercepat proses transaksi sekaligus mendorong terciptanya inklusi keuangan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Inovasi ini tidak hanya memberikan fasilitas modern, tetapi juga mengajarkan bahwa kunci sukses UMKM tidak lagi bergantung pada besarnya modal, melainkan pada kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.
“UMKM adalah pondasi ekonomi masyarakat. Karena itu, tugas kami adalah memberikan kemudahan, menyiapkan fasilitas, dan membuka jalan agar mereka bisa tumbuh, berkembang, dan bersaing dengan produk dari daerah lain maupun negara lain,” imbuhnya penuh keyakinan.
Dengan strategi yang dijalankan secara bertahap namun konsisten ini, Pemkab Sumenep optimistis UMKM lokal bukan sekadar bertahan, tetapi mampu menjadi motor baru dalam perdagangan global.
“Kami ingin membuktikan bahwa dari Sumenep, produk UMKM bisa mengharumkan nama bangsa di kancah dunia,” pungkasnya.***