Kolaborasi ini diharapkan memperluas jaringan pemasaran UMKM, sehingga produk mereka lebih mudah dijangkau oleh konsumen.

Tak hanya fokus pada wilayah perkotaan, digitalisasi juga mulai merambah ke pasar tradisional dan pelosok desa. Pasar Tajamara dan Pasar Bangkal, misalnya, kini mulai terkoneksi dengan ekosistem digital.

“Kami tidak ingin digitalisasi hanya berhenti di kota-kota besar. Semua UMKM di Sumenep, baik di pusat keramaian maupun di pelosok, harus merasakan manfaat teknologi sebagai saluran distribusi baru,” jelasnya.

Untuk menunjang transformasi tersebut, Pemkab Sumenep juga menghadirkan sistem pembayaran QRIS.