Ia ingin menegaskan bahwa meski berasal dari pulau kecil, ia tetap bagian dari bangsa besar bernama Indonesia.

Menutup perbincangan dengan MaduraPost, Hizbul Wathan sempat menatap langit biru di atas alun-alun Sumenep, seolah tengah mengingat kampung halamannya di Pulau Sapudi.

“Bagi saya, kemerdekaan bukan hanya perayaan tahunan. Ini adalah amanah. Dari pulau kecil saya berangkat, kini diberi kesempatan mengabdi di kabupaten, dan suatu saat nanti semua ini akan kembali untuk rakyat. Selama nafas masih ada, saya ingin tetap bermanfaat bagi tanah kelahiran saya dan bangsa ini. Karena itu, kemerdekaan harus selalu kita isi dengan cinta, kerja, dan doa," ucapnya dengan suara yang tenang namun penuh keyakinan.

Ucapan itu menegaskan bahwa sosok Hizbul Wathan bukan sekadar pejabat birokrasi. Ia adalah pribadi yang tumbuh dari akar budaya lokal, namun berpikir luas untuk kepentingan bangsa.