Menanggapi kontroversi ini, Benny Irawan mengaku terkejut dengan munculnya daftar nilai tersebut. Ia menekankan bahwa format penilaian resmi BRIDA tidak pernah berbentuk skor numerik seperti itu.

“Data itu luar biasa munculnya, karena secara administrasi saya sendiri tidak menerima laporan seperti itu. Dugaan saya, itu adalah hasil penilaian individu, bukan penilaian kolektif tim yang resmi saya SK-kan,” tegas Benny, Senin (18/8).

Menurutnya, laporan yang sah dari tim penilai menggunakan skala Likert 1–5 untuk menilai substansi penelitian.

Benny mencurigai data yang beredar berasal dari alat ukur pribadi salah satu anggota tim, bukan hasil kolektif BRIDA.

“Makanya saya kaget, tidak ada data seperti itu. Yang saya terima dari tim penelitian sifatnya substansi penelitian dan dinilai menggunakan skala Likert, bukan skor angka,” jelas Benny.