SUMENEP, MaduraPost - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memilih menunda alokasi anggaran untuk program wirausaha santri yang diajukan oleh Disbudporapar pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini.
Program tersebut sebelumnya diusulkan dengan nilai mencapai Rp1 miliar. Namun, ketika dibahas di tingkat komisi, usulan itu belum memperoleh lampu hijau.
Alasan utamanya, menurut anggota dewan, karena belum ada gambaran jelas mengenai hasil atau capaian yang akan dihasilkan dari program tersebut.
“Untuk sementara, anggaran itu kita tunda dulu pembahasannya,” ungkap Ketua Komisi IV Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, Mulyadi, saat dikonfirmasi MaduraPost, Senin (18/8).
Mulyadi menegaskan, setiap rencana kegiatan yang bersumber dari dana publik harus memiliki ukuran keberhasilan yang bisa dipertanggungjawabkan.