Begitu pula dengan investor, yang tidak hanya menghitung potensi keuntungan, namun juga menilai stabilitas sosial dan politik daerah.
Jika promosi terus dilakukan tanpa mendapat dukungan dari internal, hasilnya akan seperti membangun rumah megah dengan pondasi rapuh: indah di luar, rapuh di dalam.
Sumenep memiliki modal besar untuk menjadi destinasi unggulan, baik di sektor wisata maupun investasi. Kekayaan budaya, alam yang memesona, dan warisan sejarah yang kuat adalah aset yang tidak dimiliki semua daerah. Namun, modal ini harus dijaga dengan iklim yang kondusif.
Semua pihak, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, aktivis, hingga warga, perlu menahan diri dari membesarkan perbedaan yang seharusnya bisa dikelola secara dialogis.