Terlepas dari penampilan memukau Tong Tong Angin Ribut di ISP 2025, Sumenep sesungguhnya menyimpan ribut-ribut lain yang tak kalah nyaring. Berbagai dinamika sosial, gesekan politik, hingga perbedaan kepentingan kerap muncul ke permukaan.

Bahkan, hal-hal yang seharusnya bisa diselesaikan secara tenang, sering kali dibesar-besarkan hingga menjadi konsumsi publik.

Media sosial lokal, yang seharusnya menjadi ruang berbagi informasi konstruktif untuk kemajuan daerah, justru lebih sering menjadi arena saling sindir dan saling bongkar.

Fenomena ini melahirkan persepsi bahwa Sumenep bukan sekadar daerah yang “hidup”, tapi juga “selalu ramai”.