Ia menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya pemberdayaan perempuan, khususnya di kalangan istri ASN.
“DWP merupakan ruang strategis bagi perempuan untuk terus berkembang. Melalui pelatihan ecoprint ini, kami ingin mendorong anggota agar mampu menggali kreativitas yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha,” tutur Ibu Asih dalam sambutannya, Jumat (4/7).
Sebagai istri Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, Ibu Asih juga menekankan bahwa ecoprint sangat sejalan dengan isu keberlanjutan masa kini karena memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar secara bijaksana dan tidak merusak lingkungan.
Selama sesi berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka secara aktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan bahan dasar, memilih jenis daun yang cocok untuk dijadikan motif, hingga proses pewarnaan dan penempelan pola di atas kain.