Karenanya, pelestarian budaya ini harus dilakukan dengan semangat mempertahankan sekaligus mengembangkannya agar tidak punah dimakan zaman.
Pemerintah Kabupaten Sumenep, kata Bupati Fauzi, berkomitmen penuh untuk terus menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahun.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, agenda ini juga menjadi magnet untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerahnya.
“Kerapan sapi adalah bagian dari identitas budaya Madura, khususnya Sumenep. Ini bukan hanya hiburan rakyat, tetapi juga aset budaya yang bisa kita angkat ke pentas nasional bahkan internasional,” tambahnya.