“Penelitian kami menemukan bahwa hambatan terbesar terletak pada aspek infrastruktur. Banyak wilayah, terutama daerah terpencil, masih belum tersentuh jaringan internet yang memadai maupun fasilitas penunjang lainnya,” ucap Kahir belum lama ini, Senin (9/6).
Hasil studi ini, lanjutnya, sudah disampaikan kepada instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pendidikan di masa mendatang.
Salah satu rekomendasi kunci dari laporan tersebut adalah mendorong institusi pendidikan untuk lebih tanggap terhadap perkembangan teknologi digital. Hal ini dianggap penting agar mutu pendidikan dapat terus berkembang mengikuti zaman.
“Kami telah menyerahkan rekomendasi tersebut. Namun, proses implementasinya kemungkinan baru akan dibahas lebih lanjut untuk dimasukkan dalam kebijakan tahun berikutnya,” imbuh Kahir.