“Data para jemaah risti ini sudah dipegang oleh petugas kloter, khususnya tim medis masing-masing. Ada layanan khusus bagi jemaah risti asal Sumenep, termasuk yang akan bergabung dalam kloter 50 pada tanggal 15 Mei nanti," ucap Wasid.
Mengenai ketersediaan tenaga medis, Wasid menyebutkan bahwa setiap kloter dilengkapi satu dokter dan satu perawat dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).
Selain itu, Kementerian Agama juga menugaskan dua orang dalam tiap kloter, yakni seorang ketua kloter dan pembimbing ibadah.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Kamiluddin, menyampaikan bahwa malam itu keberangkatan melibatkan kloter 23, 24, dan 25.