Wasid pun memohon dukungan doa dari seluruh masyarakat. Namun demikian, Wasid juga menginformasikan adanya kejadian duka.

“Kami berharap semua proses keberangkatan ini dapat berjalan lancar dan seluruh jemaah diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Satu jemaah kami meninggal dunia pada hari Selasa lalu, sehingga tidak dapat diberangkatkan. Istrinya pun memilih menunda keberangkatan, dan secara aturan, itu diperbolehkan,“ paparnya.

Sementara itu, untuk jemaah yang mengalami kondisi kesehatan kurang stabil, telah dilakukan penanganan khusus.

“Mereka kami berangkatkan lebih awal agar bisa mendapatkan layanan kesehatan secara intensif di asrama haji,” katanya.

Ia juga menjelaskan, bahwa terdapat sekitar 300 jemaah yang masuk kategori Risiko Tinggi (Risti), namun seluruhnya telah dinyatakan layak berangkat berdasarkan pemeriksaan istithaah kesehatan.