Kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, masyarakat, lembaga sosial, dan sektor swasta juga turut mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih inklusif.

“Gotong royong adalah kunci. Kami tak bisa bekerja sendirian. Dukungan dari semua pihak—para guru, orang tua, hingga siswa sendiri sangat penting,” tambah Agus.

Dengan pencapaian ini, semangat untuk terus memperbaiki dan memajukan pendidikan di Sumenep semakin kuat.

Diharapkan, peningkatan IPM ini tidak hanya tercermin dalam statistik, tetapi juga dalam perubahan nyata kualitas hidup masyarakat.***