Rencananya, area tersebut akan digunakan untuk membangun tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA.
Sekolah-sekolah ini nantinya dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga mereka bisa menikmati pendidikan gratis dan bermutu.
“Kami ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak di Sumenep agar bisa menempuh pendidikan dan menggapai masa depan yang lebih cerah,” ucap Mustangin penuh harap.
Ia menambahkan, bahwa proses seleksi untuk menetapkan 200 titik lokasi pembangunan Sekolah Rakyat saat ini sedang berlangsung di tingkat nasional.
Kementerian Sosial akan mengirim tim untuk melakukan verifikasi lapangan. Salah satu kriteria utama adalah kemudahan akses lokasi, serta kondisi lahan yang sesuai dengan ketentuan.