“Kalau datanya rapi dan jelas, maka perencanaan tenaga kerja juga bisa lebih tajam. Ini jadi bagian dari kontribusi kami untuk menekan pengangguran terbuka,” tambah Eko.
Menariknya, sebagian besar pemohon AK1 berasal dari usia produktif dan lebih memilih bekerja di sektor industri lokal.
Eko menyebutkan bahwa tren ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai realistis dan tidak lagi terpaku pada impian kerja di kota besar atau luar negeri.
Tak hanya itu, Disnaker juga terlibat aktif dalam membantu sekolah menengah kejuruan, baik negeri maupun swasta, dalam penyusunan program sertifikasi kerja.
Menurut Eko, kolaborasi ini bertujuan agar lulusan SMK tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga punya nilai tambah saat bersaing di pasar kerja.