“Yang kita rayakan bukan hanya makanan, tapi momen kebersamaan. Ini tentang bagaimana masyarakat bisa duduk bersama, mempererat ikatan kekeluargaan dan hubungan sosial,” ungkapnya saat memberi sambutan pembukaan, Senin (7/4/2/2025).
Pemerintah Kabupaten juga memanfaatkan momen ini sebagai sarana promosi wisata daerah, dengan memusatkan perayaan di destinasi unggulan seperti Pantai Slopeng.
Prosesi puncak festival menghadirkan Topak Lober, iring-iringan ketupat berbentuk gunungan yang diiringi doa para tokoh agama. Bupati Fauzi dan istri, Nia Kurnia Fauzi, memimpin penarikan janur kuning sebagai simbol utama tradisi.
Acara ini dihadiri sekitar 1.500 tamu undangan dari berbagai kalangan, menandai antusiasme dan dukungan kuat terhadap pelestarian budaya di Sumenep.***