“Kita harus mengubah pola pikir dari sekadar mengikuti fungsi anggaran (money follow function) menjadi fokus pada program prioritas (money follow program priorities). Artinya, setiap rupiah yang dialokasikan harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan, bahwa pembangunan tidak boleh hanya berpusat pada wilayah tertentu, tetapi harus mencakup seluruh daerah, baik di daratan maupun kepulauan.
“Kondisi geografis Sumenep yang terdiri dari banyak pulau menuntut kebijakan pembangunan yang merata, agar tidak ada wilayah yang tertinggal,” tambahnya.***