Salah satu mucikari yang mengaku menjadi korban pemerasan adalah Addur, warga Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep. Ia mengaku sudah menyerahkan uang sebesar Rp6 juta kepada Ji Zainal karena merasa terancam.
"Katanya kalau tidak ada uang, kami akan dihukum. Saya sendiri yang menyerahkan uang itu kepada Ji Zainal," ungkap Addur saat itu.
Baca Juga:Polres Sumenep Dinilai Lamban Tangani Kasus Penganiayaan Warga Kecamatan Gapura, Korban Kecewa!
Namun, di sisi lain, Haji Zainal membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan pemerasan seperti yang dituduhkan.
"Tidak benar, untuk apa saya mencari uang sekecil itu?," ucap Haji Zainal kala itu.