"Perjudian memang menjadi alasan yang paling dominan dalam perkara-perkara ini. Namun, biasanya masalahnya lebih dari satu," ujar Hirmawan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan, bahwa rata-rata usia pihak yang mengajukan perceraian akibat perjudian adalah di bawah 40 tahun, dan mayoritas bekerja di sektor swasta.

Bahkan, ada satu kasus di mana suami dan istri yang dulunya bekerja di warung kelontong kehilangan barang dan modal mereka akibat kecanduan judi.***