Namun, hanya berselang 15 menit setelah keberangkatan, terjadi korsleting pada arus listrik kapal, yang kemudian memicu percikan api dan menyambar bahan bakar jenis solar.
"Hingga pukul 23.00 WIB, api belum bisa dikendalikan. Karena situasi semakin genting, nahkoda memerintahkan sebagian awak kapal untuk membuat rakit sebagai langkah penyelamatan. Kobaran api yang terus membesar membuat upaya penyelamatan kapal semakin sulit," ujar Humas Sumenep" class="inline-tag-link">Polres Sumenep, AKP Widiarti, Senin (10/2/2025) kemarin.
Setelah bertahan selama 16 jam terapung di lautan, akhirnya seluruh awak kapal berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh nelayan setempat pada Minggu (9/2) sekitar pukul 15.00 WIB.
"Para awak kapal yang terapung di atas rakit ditemukan oleh nelayan lokal yang sedang melaut. Setelah itu, mereka segera dibawa ke daratan, tepatnya di Desa Masalima, Pulau Masalembu," tambahnya.