"Sebagai contoh, untuk inovasi digital, ada aplikasi seperti SIMPEL, LAYAK MANIS, SILAHKAN, serta Call Center 112. Sementara inovasi non-digital meliputi program seperti SiKaPal, Ngopeni, Semanis Bestie, dan Kultura, yang semuanya merupakan inisiatif dari OPD," paparnya.
Selain dari OPD, BUMD juga turut berkontribusi dalam pendaftaran inovasi, salah satunya melalui aplikasi Berani Simpel milik BPRS Bhakti Sumekar.
Sementara dari masyarakat, inovasi yang muncul mencakup berbagai sektor, seperti e-commerce yang dikembangkan mahasiswa Uniba Madura, serta inovasi non-digital berupa sistem pendingin turbin bawah air dari siswa SMA 1 Sumenep yang diterapkan di Gili Labak.
Sumenep berencana melakukan pemantauan terhadap seluruh inovasi tersebut guna memastikan inovasi yang telah terdaftar dapat dibina dan dikembangkan lebih lanjut.