"Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga distribusi dan aksesibilitas. Jika ada informasi yang keliru atau tidak akurat, dampaknya bisa besar bagi petani, pelaku usaha pangan, hingga masyarakat luas," tegasnya.
Dalam peringatan HPN 2025 ini, ia berharap ada sinergi lebih kuat antara pemerintah daerah, media, dan masyarakat untuk memastikan kebijakan ketahanan pangan berjalan dengan baik.
"Kita semua memiliki peran dalam menjaga ketahanan pangan. Pers harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pemberi kritik tanpa dasar," pungkas Juhairi.***