“Pada tahap pencairan pertama, dana yang seharusnya diterima mahasiswa, baik Rp 2.400.000 untuk Skema 2 maupun Rp 4.800.000 untuk Skema 1, tidak turun ke mahasiswa. Tidak jelas siapa yang mengambilnya,” tambahnya.

Sebaliknya, pihak UNIBA Madura melalui Wakil Rektor I, Budi Suswanto, membantah adanya praktik pemotongan dana KIP. Ia menegaskan bahwa seluruh dana biaya hidup langsung ditransfer ke rekening mahasiswa.

"Tidak ada pemotongan atau intervensi dalam penyaluran dana KIP. Semua dana masuk langsung ke rekening mahasiswa," katanya, Jumat (10/1/2025) lalu.

Budi juga mengungkapkan, bahwa kampus telah mengadakan pertemuan dengan para mahasiswa penerima beasiswa untuk memastikan kebenaran isu ini.

"Pak Rektor bahkan bertanya langsung kepada mahasiswa penerima KIP, tetapi tidak ada yang mengaku terjadi pemotongan. Saya juga bingung dari mana isu ini muncul," ujarnya.