Dalam kerja sama ini, pihaknya menegaskan, bahwa kolaborasi ini merupakan yang pertama di sektor pertanian yang secara langsung difasilitasi oleh pemerintah daerah.
"Langkah ini menjawab keresahan petani terkait kepastian pasar hasil panen mereka," tegasnya.
Baca Juga:Hari Jadi ke-755 Kabupaten Sumenep Jadi Momentum Peningkatan Pembangunan dan Kemajuan Daerah
Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa kolaborasi strategis ini juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan jagung di Jawa Timur, yang mencapai sekitar 3 juta ton per tahun.
"Kami optimistis bahwa petani akan mendapatkan jaminan pasar yang stabil. Ini adalah langkah progresif yang diambil DKPP untuk membantu petani," terangnya.