Dia menjelaskan, bahwa pembangunan infrastruktur ini didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024, dengan total anggaran sebesar Rp 11 miliar.
Saat ini, progres pembangunan infrastruktur jalan di kawasan Arjasa telah mencapai 70 persen.
"Pembangunan jalan dari Batu Guluk ke desa Patapan, yang merupakan titik paling ujung, tinggal tersisa sekitar 30 persen atau sekitar 14 kilometer lagi. Ini patut kita syukuri," katanya.
Jatim menambahkan, bahwa Bupati Fauzi berencana untuk menyelesaikan proyek jalan ini pada awal tahun depan, dengan alokasi dana sebesar Rp20 miliar.
"Tender untuk DAK akan keluar pada Januari 2025, dan diharapkan pada bulan Februari SPK sudah bisa diterbitkan, sehingga pada bulan puasa sudah bisa mulai dikerjakan," jelasnya.