Syamsuri menambahkan, bahwa penderita HIV/AIDS tidak memerlukan ruang isolasi, kecuali jika mereka memiliki penyakit menular lainnya.
"Mereka hanya perlu melakukan check-up rutin di Puskesmas setiap bulan untuk mengambil obat yang sudah disediakan. Identitasnya dirahasiakan, sehingga mereka bisa tetap bersosialisasi dan termotivasi untuk terus menjalani pengobatan," papar dia.
Ia pun mengajak agar masyarakat tidak perlu takut berlebihan atau phobia terhadap penderita HIV/AIDS, sebab penularan tidak terjadi melalui udara atau interaksi sosial biasa, melainkan hanya melalui kontak langsung.
"Penularan HIV/AIDS terjadi melalui tiga cara utama, hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bekas, dan transfusi darah atau kontak dengan darah yang terinfeksi. Jadi, bergaul atau nongkrong bersama tidak akan menularkan HIV," jelasnya.