SUMENEP, MaduraPost - Konferensi Pimpinan Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep diwarnai protes dari sejumlah peserta yang hadir.

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Putri 1 Al-Amien Prenduan, Kecamatan Pragaan, pada tanggal 20 Oktober 2024 ini dinilai tidak sehat karena pimpinan sidang dianggap memaksakan tidak adanya pemilihan ketua.

"Pimpinan sidang mengabaikan interupsi banyak peserta terkait syarat pencalonan. Mereka tetap bersikeras menetapkan syarat dukungan minimal dari 10 PAC dan 75 ranting. Padahal, sesuai Peraturan Organisasi (PO) GP Ansor, syaratnya cukup 4 PAC dan 20 ranting," jelas Hafidz, Sekretaris PAC GP Ansor Pragaan, Senin (21/10).

Hafidz menduga ada upaya untuk memaksakan hasil konferensi agar Qumri Rahman, Ketua PC GP Ansor periode 2020-2024, terpilih kembali secara aklamasi untuk periode 2024-2028.

Hal ini dianggap merugikan hak kader-kader Ansor Sumenep lainnya yang berkeinginan maju sebagai calon ketua.