Mereka menggambarkan betapa disayangkannya sebuah bangunan yang seharusnya menjadi ciri khas kehormatan bagi daerah mereka.
"Ini mencerminkan sikap kita terhadap penjagaan aset publik. Jika rumah dinas saja tidak terawat, bagaimana masyarakat bisa percaya pada pelayanan pemerintah?," ujar salah seorang warga, Ilong (46), saat ngopi di sebuah warung sebelah timur Rumdis Wabup Sumenep, Senin (22/4).
Tidak hanya itu, keadaan rumah dinas yang kumuh juga menciptakan kesan yang kurang menguntungkan bagi tamu-tamu yang berkunjung, termasuk pejabat negara atau diplomat dari luar.
Ini bisa mempengaruhi citra daerah serta menurunkan rasa percaya diri dan kebanggaan masyarakat setempat.