SUMENEP, MaduraPost - Tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan evaluasi residu ke beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN).
Tujuannya, untuk menghindari nama ganda dalam pengajuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Sumenep" class="inline-tag-link">Disdik Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi.
Pihaknya menjelaskan, terkait evaluasi residu dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan.
Data Sumenep" class="inline-tag-link">Disdik Sumenep menyebutkan bahwa ada sisa di tahun 2024 awal, yaitu sebanyak 1.800 residu yang terdiri dari beberapa siswa dan tersebar di beberapa sekolah.