Chainur mengungkapkan, lahan pertanian yang terendam banjir terdapat 66 hektare.
“Mudah-mudahan dua sampai tiga hari ke depan air itu surut. Bila air itu surut setidaknya padi yang terdampak tidak begitu rusak,” harap Chainur.
Di samping itu, pihaknya menyarankan, agar petani tidak cemas meski tanamannya rusak.
Sebab, bisa mendapat asuransi melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Baca Juga:Ratusan Pemudik Telah Masuk ke Sumenep