"Tukang becak setiap hari kami pantau agar tidak seenaknya keluar masuk pasar," kata Ibnu.
Pihaknya kini juga sudah menempelkan pamflet imbauan agar tetap berhati-harti saat memasuki sistem portal elektronik pasar.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Sumenep, Idham Halil, menjelaskan soal anggaran portal elektronik pasar yang berlokasi di jantung Kota Sumenep itu.
Di mana, anggaran penerapan portal elektronik tersebut dialokasikan dua tahap, yakni pada tahun 2022 dan 2023.
Anggaran pertama di tahun 2022 digelontorkan sekitar Rp700 juta melalui APBD Sumenep.